Bcnews.id, Ngawi – Fenomena hamparan tanaman eceng gondok dengan bunga berwarna ungu di aliran Sungai Bengawan Solo, Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, menarik perhatian masyarakat. Pemandangan yang memadukan hamparan hijau tanaman air dengan bunga ungu tersebut viral di media sosial dan mengundang ratusan warga untuk datang menyaksikan secara langsung.
Lokasi tersebut ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hari. Para pengunjung memanfaatkan momen itu untuk berfoto, merekam video, hingga mengabadikan keindahan bunga eceng gondok bersama teman maupun keluarga.
Fenomena ini terlihat saat debit air Bengawan Solo menyusut pada musim kemarau. Hamparan eceng gondok yang tumbuh di permukaan sungai dengan bunga-bunga berwarna ungu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang penasaran setelah melihatnya beredar di media sosial.
Salah seorang pengunjung, Safa Dwi Riski Khasanah, mengaku sengaja datang karena tertarik dengan fenomena yang ramai diperbincangkan tersebut. Ia mengetahui keberadaan bunga eceng gondok itu melalui media sosial, termasuk TikTok.
“Adanya bunga eceng gondok di Bengawan Solo ini menarik. Fenomena ini cuma ada saat kemarau saja. Viral banget di daerah Ngawi dan juga di aplikasi TikTok. Makanya, banyak pengunjung yang datang ke sini,” ujar Safa.
Menurutnya, pemandangan bunga eceng gondok yang bermekaran tersebut cukup menarik dan jarang ditemuinya. Karena itu, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto dan membuat video bersama temannya.
Hal serupa disampaikan Siva Isna Fauziah, Nisrina Alya, dan Siti Nurkholifah, warga Widodaren, yang turut mengunjungi lokasi setelah mengetahui fenomena tersebut ramai diperbincangkan.
Mereka mengaku tertarik melihat langsung hamparan bunga eceng gondok yang tampak mencolok dengan warna ungunya. Selain menikmati pemandangan, mereka juga mengabadikan momen kunjungan melalui foto dan video untuk dibagikan ke media sosial.
“Lagi lihat bunga eceng gondok di Bengawan Solo. Menarik banget, juga gratis. Tadi foto-foto, membuat video, dan memetik bunga untuk diunggah di WhatsApp dan TikTok. Adanya saat kemarau,” ungkap Siva bersama Nisrina dan Siti.
Keberadaan hamparan bunga eceng gondok ini pun menjadi daya tarik dadakan bagi masyarakat. Selain ingin melihat langsung fenomena yang viral, pengunjung juga memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat mengabadikan momen bersama orang-orang terdekat.
Hingga kini, bunga eceng gondok masih terlihat bermekaran di sejumlah titik aliran Bengawan Solo. Kawasan Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi warga, terutama menjelang sore hari.
Meski menarik perhatian, masyarakat diharapkan tetap menjaga kebersihan lingkungan sungai dan berhati-hati saat berada di sekitar aliran Bengawan Solo. Pengunjung juga sebaiknya tidak memetik atau merusak tanaman secara berlebihan agar lingkungan tetap terjaga.(And)
