Bcnews.id, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan komitmennya untuk mendorong pengusutan secara menyeluruh terhadap kasus penyerangan yang menewaskan tiga anggota Polri saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Kepala Biro Humas dan Data Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana, mengatakan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan telah menginstruksikan penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga guna mempersempit ruang gerak jaringan narkotika yang dinilai menjadi ancaman serius bagi keamanan masyarakat serta masa depan generasi bangsa.
Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan seluruh jajaran Polri, Kemenko Polkam menilai gugurnya tiga personel tersebut merupakan kehilangan besar bagi bangsa. Pengabdian dan keberanian para anggota yang gugur disebut menjadi teladan dalam perjuangan melawan peredaran gelap narkotika.
Pemerintah menegaskan bahwa penanganan perkara tidak boleh berhenti pada pelaku penyerangan semata. Aparat penegak hukum didorong untuk membongkar jaringan narkotika yang diduga melatarbelakangi aksi brutal tersebut hingga ke akar-akarnya, sekaligus memastikan seluruh pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut menekankan pentingnya pengungkapan kasus secara menyeluruh. Berdasarkan hasil peninjauan di lokasi kejadian, Kompolnas menemukan indikasi kuat bahwa ketiga anggota Polri diduga menjadi korban pembunuhan sebelum jasad mereka ditemukan di aliran sungai. Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya perlawanan terorganisasi terhadap aparat yang tengah mengungkap kasus narkotika.
Tiga personel Polri yang gugur dalam tugas tersebut adalah Ipda (Anumerta) Sumaryanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana. Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka, Kapolri telah menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada ketiganya.
