Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Kekeringan Meluas di Ngawi, 5.068 Warga Alami Krisis Air Bersih

Bcnews.id, Ngawi – Dampak musim kemarau berkepanjangan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat sebanyak 5.068 jiwa terdampak krisis air bersih yang tersebar di 33 dusun, 23 desa, dan tujuh kecamatan.

Kondisi tersebut membuat ribuan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Sejumlah sumber air milik warga dilaporkan mengering sehingga masyarakat harus mengandalkan bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Yuda Herlambang, mengatakan musim kemarau tahun ini berlangsung cukup panjang. Akibatnya, distribusi air bersih menjadi salah satu upaya utama untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Musim kemarau tahun ini cukup panjang. Warga yang terdampak saat ini hanya bergantung pada bantuan distribusi air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Yuda Herlambang.

Ia menjelaskan, sejak awal Agustus hingga saat ini, sekitar 215 tangki air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat. Tangki tersebut memiliki kapasitas masing-masing 5.000 hingga 6.000 liter.

Dalam penanganan krisis air bersih ini, BPBD Ngawi juga mendapat dukungan dari sejumlah lembaga dan instansi, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta berbagai komunitas yang turut membantu penyaluran air ke wilayah terdampak.

Menurut Yuda, rata-rata setiap titik menerima dua tangki air untuk mencukupi kebutuhan warga selama kurang lebih dua hari. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Selain mengintensifkan penyaluran air bersih, Pemerintah Kabupaten Ngawi juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan selama 90 hari. Status tersebut diberlakukan sejak 14 September lalu sebagai langkah penanganan dampak kekeringan yang meluas.

Penetapan status tanggap darurat diharapkan dapat mendukung upaya penanganan bencana, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak krisis air bersih.

Di tengah kondisi tersebut, distribusi air bersih masih menjadi tumpuan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sumber air belum kembali mencukupi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus mengoptimalkan penyaluran bantuan agar kebutuhan air bersih masyarakat di seluruh wilayah terdampak dapat terpenuhi.(And)

BAGIKAN

Andik

andikjurnalis88@gmail.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Editors Picks

Top Reviews

Scroll to Top