Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Gary Iskak Pergi, Kenangan Tetap Hidup: Nando Hilmy Ungkap Sosok Ayah, Sahabat, dan Guru Kehidupan

Bcnews.id, Jakarta – Kepergian aktor Gary Iskak masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya. Di balik duka yang belum sepenuhnya sirna, tersimpan kisah tentang kedekatan, kasih sayang, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan almarhum kepada orang-orang yang dicintainya.

Salah satu yang masih merasakan kehilangan besar adalah Nando Hilmy. Bagi Nando, Gary bukan sekadar rekan kerja di dunia hiburan, melainkan sosok ayah, sahabat, sekaligus mentor yang telah banyak membentuk cara pandangnya dalam menjalani kehidupan.

Saat ditemui awak media, Nando mengaku hingga kini masih sulit menerima kenyataan bahwa sosok yang begitu dekat dengannya telah berpulang.

“Kalau ditanya kehilangan, ya pasti kehilangan. Sampai sekarang masih terasa. Saya selalu bantu dengan doa untuk almarhum,” ujar Nando.

Kenangan bersama Gary masih begitu melekat di benaknya. Bahkan, dua hari sebelum sang aktor mengembuskan napas terakhir, keduanya masih menjalani proses syuting bersama. Momen tersebut kini menjadi salah satu memori yang paling berharga bagi Nando.

“Dua hari sebelum almarhum meninggal, saya masih bareng syuting sama beliau. Jadi memang banyak kenangan yang masih teringat sampai sekarang,” tuturnya.

Menurut Nando, hal-hal sederhana justru menjadi kenangan yang paling dirindukan. Salah satunya adalah kebiasaan Gary menghubunginya hanya untuk menanyakan kabar atau sekadar berbincang santai.

“Biasanya beliau sering telepon, nanya lagi ngapain, gimana kabarnya. Hal-hal sederhana seperti itu yang sekarang paling saya kangenin,” katanya.

Di tengah suasana duka, perhatian Nando juga tertuju kepada istri mendiang, Richa Iskak. Ia mengaku kagum melihat ketegaran Richa yang kini harus menjalani peran sebagai orang tua tunggal sekaligus menjadi penguat bagi anak-anak mereka.

“Saya lihat Bunda sangat kuat dan semangat. Kekuatan terbesar ya doa. Kalau Bunda bisa kuat, saya juga harus bisa kuat,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari keluarga yang selama ini dibangun melalui kedekatan emosional, Nando memastikan dirinya akan terus hadir memberikan dukungan. Komunikasi dengan Richa dan anak-anak Gary, menurutnya, tetap terjalin melalui berbagai cara, termasuk saling menyapa lewat panggilan video.

“Kalau ada kesempatan pasti video call, saling tanya kabar. Yang penting kami tetap kompak dan saling mendukung,” ujarnya.

Lebih dari sekadar hubungan profesional, Nando mengenang Gary sebagai pribadi yang selalu menyisipkan pelajaran hidup dalam setiap percakapan. Nasihat-nasihat sederhana yang pernah disampaikan almarhum kini menjadi pegangan yang terus ia bawa dalam menjalani kehidupan.

“Kalau ngobrol sama beliau itu selalu ada maknanya. Apa yang beliau sampaikan banyak yang jadi pelajaran buat saya sampai sekarang,” katanya.

Tak hanya berbicara mengenai pekerjaan, Gary juga sering mengajak Nando berdiskusi tentang keluarga, masa depan, hingga mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan bersama orang-orang terdekat.

“Kami sering ngobrol soal masa depan, soal pekerjaan, soal liburan, banyak hal. Itu yang sekarang paling saya kenang,” lanjutnya.

Menjelang ulang tahunnya pada 11 Juli, rasa kehilangan itu kembali terasa semakin kuat. Nando mengungkapkan banyak orang menilai dirinya memiliki karakter yang mirip dengan Gary Iskak, mulai dari sifat hingga cara bercanda. Kesamaan itulah yang diyakininya menjadi salah satu alasan kedekatan mereka selama ini.

“Banyak yang bilang saya mirip beliau, dari sifat sampai cara bercanda. Mungkin itu yang membuat beliau menganggap saya seperti anak sendiri,” ucapnya.

Meski waktu terus berjalan, bagi Nando, kepergian Gary Iskak bukanlah akhir dari semua kenangan. Nilai-nilai kehidupan, keteladanan, dan pesan-pesan yang diwariskan almarhum akan terus hidup dalam setiap langkah yang dijalaninya.

“Yang bisa saya lakukan sekarang adalah terus mendoakan beliau dan menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Insya Allah semua kenangan dan nasihat beliau akan selalu saya ingat,” pungkas Nando.

Kesaksian Nando Hilmy memperlihatkan bahwa warisan terbesar seorang Gary Iskak bukan hanya karya-karyanya di dunia seni peran, melainkan juga ketulusan, perhatian, dan nilai-nilai kehidupan yang terus dikenang oleh mereka yang pernah berada di dekatnya. Di mata keluarga dan sahabat, Gary mungkin telah berpulang, namun jejak kebaikan serta kenangannya akan tetap hidup dalam doa dan ingatan.

BAGIKAN

Titik

nessamediakreasi@gmail.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Editors Picks

Top Reviews

Scroll to Top