Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Perusahaan Kaesang Hadapi Beban Utang Rp2,8 Triliun, Restrukturisasi Jadi Jalan Keluar

Bcnews.id, JAKARTA – PT Panca Mitra Multi Perdana Tbk (PMMP), perusahaan pengolahan hasil perikanan yang dikaitkan dengan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, tengah menghadapi tekanan keuangan setelah mengajukan restrukturisasi utang perbankan dengan nilai mendekati Rp3 triliun.

Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, menegaskan bahwa PMMP memang belum masuk kategori bangkrut. Namun, perusahaan telah memperoleh notasi khusus dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai sinyal adanya persoalan yang perlu menjadi perhatian investor.

Menurut Herry, salah satu faktor yang memengaruhi memburuknya kondisi perusahaan adalah lemahnya manajemen keuangan internal.

“Tentu ada faktor manajemen keuangan internal yang berpengaruh. Pada 2024, misalnya, perusahaan pertama kali rugi 122,9 juta dolar AS. Kuartal I-2025 juga rugi 15,1 juta dolar AS,” kata Herry Gunawan dikutip  Inilah.com di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, tekanan keuangan PMMP juga dipicu merosotnya pendapatan perusahaan. Berdasarkan penjelasan manajemen, pendapatan turun sekitar 51 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga September 2025. Penurunan tersebut berdampak pada arus kas perusahaan dan memperberat beban pembayaran kewajiban kepada kreditur.

PMMP diketahui memiliki kewajiban kepada sejumlah perbankan dengan total nilai sekitar Rp2,8 triliun di luar bunga pinjaman. Kondisi tersebut mendorong perusahaan menempuh langkah restrukturisasi sebagai upaya menjaga keberlangsungan usaha dan memperbaiki struktur keuangannya.

Meski menghadapi tekanan yang cukup berat, Herry menilai status PMMP saat ini belum dapat dikategorikan sebagai perusahaan bangkrut. Restrukturisasi utang masih menjadi mekanisme yang ditempuh untuk memberikan ruang pemulihan terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Kaesang Pangarep yang menanggapi pandangan tersebut. Sementara itu, proses restrukturisasi utang masih berlangsung sesuai mekanisme yang berlaku.

(**)

BAGIKAN

Titik

nessamediakreasi@gmail.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Editors Picks

Top Reviews

Scroll to Top