Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Hujan Lebat Kepung Aceh, Gubernur Mualem Minta Mitigasi Bencana Diperkuat

Bcnewns.id, ACEH — Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang kembali mengepung sejumlah wilayah di Aceh, Kamis (3/9/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi sejumlah daerah di Aceh. Kondisi tersebut menuntut peningkatan kewaspadaan masyarakat dan kesiapsiagaan pemerintah daerah terhadap kemungkinan munculnya bencana hidrometeorologi.

Sejumlah wilayah, mulai dari Aceh Selatan, Aceh Timur, Aceh Besar, Aceh Singkil, Aceh Tamiang hingga sejumlah kota seperti Banda Aceh, Sabang dan Langsa, masuk dalam cakupan peringatan dini cuaca.

BMKG secara umum juga menempatkan Aceh dalam kategori waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat.

Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meminta seluruh jajaran pemerintah serta unsur terkait tidak menganggap enteng perubahan cuaca yang terjadi.

Menurut Mualem, potensi peningkatan curah hujan harus menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir, tanah longsor dan bencana lainnya di sejumlah wilayah.

“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir, longsor, dan bencana lainnya di sejumlah wilayah,” kata Mualem.

Gubernur Aceh itu menegaskan, langkah menghadapi potensi bencana tidak boleh baru dilakukan setelah musibah terjadi. Pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait harus memperkuat pencegahan serta mitigasi sejak dini.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan langkah pencegahan dan mitigasi sedini mungkin agar risiko bencana dan korban di tengah masyarakat dapat kita tekan,” tegas Mualem.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa peringatan cuaca ekstrem bukan hanya persoalan informasi meteorologi, melainkan peringatan yang harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan.

Koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BPBD, TNI, Polri dan seluruh unsur terkait dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat respons apabila kondisi darurat benar-benar terjadi.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta tidak menunggu datangnya bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor perlu memantau perkembangan cuaca serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan instansi kebencanaan.

Aktivitas di luar ruangan pun perlu dilakukan dengan lebih hati-hati, terutama ketika hujan deras disertai petir dan angin kencang melanda.

Cuaca memang tidak dapat dikendalikan. Namun, dampak dan risiko yang ditimbulkannya dapat ditekan melalui kesiapsiagaan, mitigasi yang terukur serta koordinasi yang kuat.

Peringatan BMKG dan respons Gubernur Aceh Muzakir Manaf kini menjadi alarm bersama. Tantangan sesungguhnya bukan sekadar membaca prakiraan cuaca, tetapi memastikan setiap peringatan dini benar-benar diikuti dengan langkah konkret untuk melindungi masyarakat.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah secara cepat, Aceh dituntut tidak hanya waspada di atas kertas, tetapi juga siaga dalam tindakan.

BAGIKAN

Titik

nessamediakreasi@gmail.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Editors Picks

Top Reviews

Scroll to Top